Ditinjau secara medis oleh dr. Kusmayati Maya (Co-founder & Chief Medical Officer Skinex Clinic, STR EP00000515384592, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti). Diperbarui 23 Oktober 2026.
Ya, berat badan umumnya naik lagi setelah berhenti Ozempic, Wegovy, atau Mounjaro, karena obat ini mengendalikan nafsu makan selama dipakai, bukan menyembuhkan obesitas. Pada perpanjangan uji STEP 1, peserta mendapatkan kembali sekitar dua pertiga berat yang sudah turun dalam satu tahun setelah semaglutide dihentikan. Kenaikan ini bisa ditekan dengan rencana berhenti yang terencana bersama dokter.
Kalau kamu sedang menjalani suntik GLP-1 dan mulai bertanya “apa yang terjadi kalau saya berhenti?”, pertanyaan itu sangat wajar. Artikel ini merangkum apa yang benar-benar ditunjukkan uji klinis, kenapa tubuh “melawan balik” setelah berat turun, dan langkah konkret yang bisa kamu diskusikan dengan dokter agar hasil yang sudah dicapai tidak hilang begitu saja.
Ringkasan cepat berhenti suntik GLP-1:
- Semaglutide (STEP 1 extension): turun 17,3% selama 68 minggu, lalu naik kembali 11,6 poin persen dalam 1 tahun setelah berhenti. Berat akhir masih 5,6% di bawah berat awal.
- Tirzepatide (SURMOUNT-4): setelah turun 20,9% dalam 36 minggu, kelompok yang beralih ke plasebo naik 14,0% dalam 52 minggu berikutnya.
- Yang lanjut terapi: justru masih turun 5,5% lagi (tirzepatide) dan 7,9% lagi (semaglutide, STEP 4).
- Kecepatan rata-rata: meta-analisis BMJ 2026 mencatat kenaikan sekitar 0,4 kg per bulan setelah obat penurun berat dihentikan.
- Penyebab utama: hormon lapar dan rasa kenyang kembali ke pola sebelum terapi, sementara tubuh cenderung mempertahankan berat lama.
- Strategi kunci: penurunan dosis bertahap bersama dokter, protein cukup, latihan beban, tidur, dan pemantauan komposisi tubuh (InBody).
Benarkah berat badan naik lagi setelah berhenti Ozempic, Wegovy, atau Mounjaro?
Benar, dan ini konsisten di beberapa uji klinis besar. Ketika semaglutide atau tirzepatide dihentikan, sebagian besar orang mengalami kenaikan berat badan dalam 6 sampai 12 bulan. Meski begitu, kenaikannya tidak selalu kembali 100% ke berat awal, dan sebagian manfaat masih tersisa, terutama pada orang yang turun banyak selama terapi.
Data terpenting datang dari dua desain penelitian. Pertama, perpanjangan STEP 1: peserta yang sudah menyelesaikan 68 minggu semaglutide 2,4 mg dihentikan obat dan program gaya hidupnya, lalu dipantau satu tahun. Kedua, uji “withdrawal” acak seperti STEP 4 dan SURMOUNT-4: semua peserta mendapat obat dulu, lalu diundi untuk lanjut atau beralih ke plasebo. Desain kedua ini paling kuat untuk menjawab pertanyaan “apa bedanya lanjut dan berhenti”.
| Studi | Obat dan fase awal | Turun selama terapi | Setelah dihentikan (plasebo) | Jika terapi dilanjutkan |
|---|---|---|---|---|
| STEP 1 extension (2022) | Semaglutide 2,4 mg, 68 minggu | -17,3% | Naik 11,6 poin persen dalam 52 minggu; total masih -5,6% dari awal | Tidak ada kelompok lanjutan |
| STEP 4 (2021) | Semaglutide 2,4 mg, 20 minggu | -10,6% | +6,9% dalam 48 minggu | -7,9% tambahan |
| SURMOUNT-4 (2024) | Tirzepatide 10 atau 15 mg, 36 minggu | -20,9% | +14,0% dalam 52 minggu | -5,5% tambahan (total -25,3% dari awal) |
| Meta-analisis BMJ (2026) | 37 studi, 9.341 peserta, berbagai obat | Bervariasi | Rata-rata naik 0,4 kg per bulan | Tidak dianalisis |
Ada sisi yang menenangkan dari data ini. Pada perpanjangan STEP 1, hampir separuh peserta semaglutide (48,2%) masih mempertahankan penurunan minimal 5% dari berat awal satu tahun setelah berhenti. Peserta yang turun paling banyak selama terapi (20% atau lebih) juga menyisakan penurunan bersih paling besar, sekitar 12%.
Kenapa berat badan naik lagi setelah berhenti suntik GLP-1?
Karena tubuh punya sistem pertahanan berat badan. Setelah berat turun, hormon yang memicu lapar meningkat dan hormon rasa kenyang menurun. Selama obat dipakai, efek ini “ditutupi” oleh kerja GLP-1 di otak dan saluran cerna. Saat obat dihentikan, sinyal lapar kembali normal atau bahkan lebih kuat, sehingga porsi makan pelan-pelan bertambah.
Fenomena ini sudah terlihat jauh sebelum era Ozempic. Studi Sumithran dan rekan di NEJM (2011) menunjukkan bahwa satu tahun setelah penurunan berat lewat diet, kadar leptin, peptide YY, dan kolesistokinin (sinyal kenyang) masih lebih rendah, sementara ghrelin (sinyal lapar) dan rasa lapar subjektif masih lebih tinggi dibanding sebelum diet. Jadi, kenaikan berat setelah berhenti obat bukan tanda kamu “gagal” atau kurang disiplin. Ini respons biologis yang memang terukur.
Faktor lain yang ikut berperan:
- Kebiasaan makan belum terbentuk. Kalau selama terapi porsi kecil terjadi “otomatis” karena obat, pola itu belum tentu menjadi kebiasaan setelah obat berhenti.
- Massa otot ikut berkurang. Pada substudi SURMOUNT-1, sekitar 25% dari berat yang turun adalah massa tanpa lemak. Otot yang berkurang membuat pengeluaran energi harian ikut turun.
- Program pendamping berhenti bersamaan. Di STEP 1 extension, konseling gaya hidup juga dihentikan, dan peneliti menyebut hal ini mungkin ikut mempercepat kenaikan berat.
Seberapa cepat berat badan kembali naik setelah berhenti?
Kenaikan biasanya paling cepat di beberapa bulan pertama, lalu melambat. Meta-analisis BMJ 2026 dari 37 studi memperkirakan rata-rata kenaikan sekitar 0,4 kg per bulan, lebih cepat dibanding setelah program diet dan olahraga saja. Penanda metabolik seperti tekanan darah dan gula darah diproyeksikan kembali ke kondisi awal dalam sekitar 1,4 tahun.
Di STEP 1 extension, berat rata-rata peserta semaglutide naik dari 87,5 kg di minggu 68 menjadi 99,0 kg di minggu 120 (berat awal 105,6 kg). Peneliti mencatat laju kenaikan mulai melambat menjelang akhir pemantauan. Pada analisis lanjutan SURMOUNT-4 (JAMA Internal Medicine, 2026), sekitar 8 dari 10 peserta yang sebelumnya turun minimal 10% kembali naik setidaknya seperempat dari berat yang hilang dalam satu tahun setelah tirzepatide dihentikan. Semakin besar kenaikannya, semakin besar pula lingkar pinggang, tekanan darah, dan HbA1c ikut memburuk.
Apakah suntik Wegovy atau Mounjaro harus seumur hidup?
Tidak selalu seumur hidup, tetapi perlu dipandang sebagai terapi jangka panjang untuk penyakit kronis, mirip obat hipertensi. Data uji klinis menunjukkan hasil paling stabil didapat jika terapi dilanjutkan. Bagi sebagian orang, dokter bisa mempertimbangkan dosis pemeliharaan yang lebih rendah atau jeda terapi dengan pemantauan ketat, disesuaikan kondisi masing-masing.
Penting dipahami: obesitas adalah kondisi kronis yang mudah kambuh. Penulis STEP 1 extension menyimpulkan temuan mereka “mengonfirmasi sifat kronis obesitas”. Namun “jangka panjang” tidak berarti dosis penuh selamanya. Keputusannya bergantung pada berapa banyak berat yang sudah turun, kondisi penyerta (misalnya prediabetes atau hipertensi), efek samping, dan kesiapan pola hidup kamu. Di Indonesia, Wegovy (semaglutide 2,4 mg) disetujui BPOM untuk manajemen berat badan sejak Juni 2024, dan tirzepatide (Mounjaro) mendapat indikasi manajemen berat badan pada Juli 2026. Sementara itu, Ozempic secara resmi diindikasikan untuk diabetes tipe 2, sehingga pemakaiannya untuk berat badan bersifat off-label dan butuh pertimbangan dokter.
Bagaimana cara berhenti suntik GLP-1 agar berat badan tidak naik lagi?
Kuncinya adalah berhenti secara terencana, bukan mendadak. Rencana yang baik dimulai berbulan-bulan sebelum suntikan terakhir: membangun kebiasaan makan tinggi protein, latihan beban rutin, tidur cukup, dan pemantauan komposisi tubuh. Penurunan dosis dilakukan bertahap di bawah pengawasan dokter, dengan batas kenaikan berat yang disepakati sebagai sinyal untuk evaluasi ulang.
- Tapering dosis bertahap bersama dokter. Dosis diturunkan selangkah demi selangkah dengan jeda beberapa minggu, sambil memantau rasa lapar dan berat. Perlu jujur: belum ada uji klinis besar yang membuktikan tapering mencegah kenaikan berat. Namun pendekatan ini memberi waktu untuk menyesuaikan kebiasaan dan memudahkan dokter mendeteksi kenaikan sejak dini.
- Prioritaskan protein di setiap makan. Protein membantu rasa kenyang dan mempertahankan otot. Ahli gizi atau dokter dapat menghitung target harian sesuai berat dan aktivitas kamu.
- Latihan beban minimal 2 sampai 3 kali seminggu. Uji acak di NEJM (Lundgren, 2021) menunjukkan kombinasi olahraga terstruktur dan obat GLP-1 (liraglutide) mempertahankan penurunan berat dan menurunkan persentase lemak tubuh lebih baik dibanding salah satunya saja.
- Jaga tidur 7 sampai 9 jam. Kurang tidur membuat kontrol makan lebih sulit, terutama ketika efek penekan nafsu makan dari obat mulai hilang.
- Pantau komposisi tubuh dengan InBody, bukan hanya timbangan. Kenaikan 1 kg lemak berbeda maknanya dengan 1 kg otot. Pemeriksaan berkala membantu menangkap kenaikan lemak sebelum menjadi besar.
- Diskusikan dosis pemeliharaan. Untuk sebagian pasien, dosis lebih rendah yang tetap dipakai jangka panjang bisa menjadi kompromi antara hasil, efek samping, dan kenyamanan. Ini keputusan medis individual, bukan aturan umum.
- Tetapkan “batas aman” kenaikan. Misalnya, jika berat naik lebih dari sekian kilogram atau lingkar pinggang bertambah, kamu kembali konsultasi untuk mengevaluasi rencana.
Kapan boleh berhenti suntik GLP-1?
Berhenti bisa dipertimbangkan bila ada alasan medis atau pribadi yang jelas, misalnya efek samping yang tidak tertoleransi, rencana hamil, target kesehatan sudah tercapai dan stabil, atau terapi tidak memberi respons yang memadai. Keputusan sebaiknya diambil bersama dokter setelah evaluasi berat, komposisi tubuh, dan penanda metabolik.
Beberapa situasi yang biasanya menjadi pertimbangan dokter:
- Kehamilan atau rencana hamil: obat golongan ini tidak digunakan selama kehamilan, dan waktu penghentiannya perlu diatur dokter.
- Efek samping berat atau menetap: misalnya mual muntah yang mengganggu asupan, atau keluhan yang perlu evaluasi lebih lanjut. Baca juga efek samping Wegovy dan Ozempic.
- Respons tidak memadai: jika penurunan berat sangat kecil setelah dosis optimal, dokter dapat mengevaluasi ulang pilihan terapi. Penjelasan soal waktu respons ada di artikel berapa lama hasil suntik peptide diet terlihat.
- Berat stabil dan kebiasaan sudah terbentuk: dalam kondisi ini, tapering dengan pemantauan ketat bisa dicoba, dengan kesepakatan untuk kembali evaluasi bila berat mulai naik.
Apa efek lain berhenti Mounjaro atau Ozempic selain berat badan?
Selain berat badan, manfaat metabolik juga cenderung berkurang. Tekanan darah, gula darah (HbA1c), dan profil lemak darah bergerak kembali ke arah kondisi awal seiring kenaikan berat. Di sisi lain, efek samping saluran cerna seperti mual biasanya hilang, dan obat ini tidak dikenal menimbulkan gejala “putus obat” seperti obat penenang.
Di STEP 1 extension, tekanan darah kembali ke level awal pada minggu 120. Dari peserta prediabetes yang gula darahnya sempat normal saat terapi (93,6%), hanya 43,3% yang masih normal satu tahun setelah berhenti. Kabar baiknya, sebagian manfaat masih tersisa, misalnya kolesterol LDL dan CRP yang tetap sedikit lebih baik dibanding awal. Analisis SURMOUNT-4 juga menunjukkan bahwa orang yang kenaikan beratnya kurang dari 25% relatif mempertahankan perbaikan lingkar pinggang dan profil lemaknya. Artinya, menahan kenaikan berat, walau tidak sempurna, tetap bermakna bagi kesehatan.
Kenapa tidak boleh berhenti atau mengatur dosis sendiri?
Semaglutide dan tirzepatide adalah obat keras yang wajib resep dan pemantauan dokter. Mengatur dosis sendiri, berhenti mendadak tanpa rencana, atau berganti produk tanpa pengawasan meningkatkan risiko efek samping dan kenaikan berat yang tidak terkendali. Jangan beli obat ini secara online tanpa resep, karena ada risiko produk palsu atau racikan yang tidak terjamin kandungan dan sterilitasnya.
Pengawasan dokter juga penting karena berhenti obat sering bersamaan dengan perubahan lain, misalnya obat diabetes atau hipertensi yang dosisnya mungkin perlu disesuaikan kembali. Jika kamu masih mempertimbangkan pilihan terapi, ringkasan lengkap tentang program medis penurunan berat badan ada di halaman suntik kurus di Bintaro.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Berhenti Suntik GLP-1
Berapa persen berat badan yang kembali setelah berhenti Ozempic atau Wegovy?
Pada perpanjangan STEP 1, peserta semaglutide 2,4 mg mendapatkan kembali sekitar dua pertiga berat yang turun dalam satu tahun setelah berhenti. Rata-rata mereka masih 5,6% di bawah berat awal. Angka individu sangat bervariasi, tergantung kebiasaan makan, aktivitas, dan berapa banyak berat yang turun sebelumnya.
Apakah efek berhenti Mounjaro sama dengan berhenti Ozempic?
Polanya mirip: berat cenderung naik dan manfaat metabolik berkurang. Di SURMOUNT-4, kelompok yang beralih dari tirzepatide ke plasebo naik 14,0% dalam 52 minggu. Karena penurunan dengan tirzepatide umumnya lebih besar, ruang untuk kenaikan kembali juga lebih besar jika berhenti tanpa rencana.
Apakah berhenti suntik GLP-1 menyebabkan gejala putus obat?
Obat golongan ini tidak dikenal menimbulkan gejala putus obat seperti obat penenang. Yang paling sering dirasakan adalah nafsu makan yang kembali seperti sebelum terapi. Efek samping pencernaan seperti mual biasanya justru membaik setelah obat dihentikan.
Apakah menurunkan dosis bertahap pasti mencegah berat naik lagi?
Tidak ada jaminan, dan bukti uji klinis untuk tapering masih terbatas. Tapering yang diawasi dokter memberi waktu bagi tubuh dan kebiasaan untuk menyesuaikan, serta memudahkan deteksi kenaikan sejak dini. Hasil terbaik didapat bila tapering dikombinasikan dengan protein cukup, latihan beban, dan pemantauan rutin.
Apakah saya boleh kembali suntik jika berat badan naik lagi?
Bisa, jika dokter menilai masih ada indikasi medis dan tidak ada kontraindikasi. Memulai kembali biasanya perlu titrasi dosis dari awal untuk mengurangi efek samping. Karena itu, jangan memulai ulang sendiri dengan dosis terakhir yang pernah dipakai.
Apakah olahraga saja cukup untuk mempertahankan berat setelah berhenti obat?
Olahraga sangat membantu, tetapi pada banyak orang belum cukup jika berdiri sendiri. Uji Lundgren dan rekan (NEJM, 2021) menunjukkan kombinasi olahraga terstruktur dan obat GLP-1 lebih efektif mempertahankan berat dibanding olahraga saja. Latihan beban juga penting untuk menjaga massa otot.
Referensi Ilmiah
- Wilding JPH, Batterham RL, Davies M, et al. Weight regain and cardiometabolic effects after withdrawal of semaglutide: The STEP 1 trial extension. Diabetes Obes Metab. 2022;24(8):1553-1564. doi:10.1111/dom.14725
- Aronne LJ, Sattar N, Horn DB, et al. Continued Treatment With Tirzepatide for Maintenance of Weight Reduction in Adults With Obesity: The SURMOUNT-4 Randomized Clinical Trial. JAMA. 2024;331(1):38-48. doi:10.1001/jama.2023.24945
- Rubino D, Abrahamsson N, Davies M, et al. Effect of Continued Weekly Subcutaneous Semaglutide vs Placebo on Weight Loss Maintenance in Adults With Overweight or Obesity: The STEP 4 Randomized Clinical Trial. JAMA. 2021;325(14):1414-1425. doi:10.1001/jama.2021.3224
- Horn DB, Linetzky B, Davies MJ, et al. Cardiometabolic Parameter Change by Weight Regain on Tirzepatide Withdrawal in Adults With Obesity: A Post Hoc Analysis of the SURMOUNT-4 Trial. JAMA Intern Med. 2026;186(2):157-167. doi:10.1001/jamainternmed.2025.6112
- West S, Scragg J, Aveyard P, et al. Weight regain after cessation of medication for weight management: systematic review and meta-analysis. BMJ. 2026;392:e085304. doi:10.1136/bmj-2025-085304
- Sumithran P, Prendergast LA, Delbridge E, et al. Long-term persistence of hormonal adaptations to weight loss. N Engl J Med. 2011;365(17):1597-1604. doi:10.1056/NEJMoa1105816
- Lundgren JR, Janus C, Jensen SBK, et al. Healthy Weight Loss Maintenance with Exercise, Liraglutide, or Both Combined. N Engl J Med. 2021;384(18):1719-1730. doi:10.1056/NEJMoa2028198
- Wilding JPH, Batterham RL, Calanna S, et al. Once-Weekly Semaglutide in Adults with Overweight or Obesity. N Engl J Med. 2021;384(11):989-1002. doi:10.1056/NEJMoa2032183
- Look M, Dunn JP, Kushner RF, et al. Body composition changes during weight reduction with tirzepatide in the SURMOUNT-1 study of adults with obesity or overweight. Diabetes Obes Metab. 2025;27(5):2720-2729. doi:10.1111/dom.16275
- Badan POM RI. BPOM Dorong Akses Terapi Inovatif untuk Penanganan Penyakit Metabolik dengan Zat Aktif Tirzepatide (siaran pers). pom.go.id
Konsultasi Program Berat Badan di SkinexFit
Berhenti atau melanjutkan suntik GLP-1 sebaiknya bukan keputusan yang diambil sendirian. Di SkinexFit, program manajemen berat badan Skinex Clinic, dokter akan mengevaluasi riwayat terapi kamu, memeriksa komposisi tubuh dengan InBody, lalu menyusun rencana yang realistis: apakah perlu dosis pemeliharaan, tapering bertahap, atau fokus pada pola makan dan latihan untuk menjaga hasil. Semua terapi obat hanya diberikan berdasarkan resep dan pemantauan dokter.
Kamu bisa datang ke Skinex Clinic di Ruko Althia Park AB-11, Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan (info lokasi: SkinexFit Bintaro), atau mulai konsultasi lewat WhatsApp 0815-9998-032.












