Ditulis oleh dr. Maya, Skinex Clinic
Belakangan ini banyak pasien datang ke klinik menanyakan tentang Remee Injection, salah satu skin booster asal Korea yang masuk dalam kategori polynucleotide (PN) atau sering juga disebut PDRN-based skin booster, satu keluarga dengan produk-produk populer seperti Rejuran atau Juvelook yang mungkin sudah lebih dulu Anda kenal. Remee Injection bekerja dengan prinsip yang sama: memanfaatkan fragmen DNA yang telah dimurnikan untuk merangsang proses regenerasi alami kulit dari dalam.
Perlu saya sampaikan di awal, ini bukan perawatan ajaib yang mengubah kulit dalam semalam. Remee Injection lebih tepat dipahami sebagai perawatan regeneratif bertahap yang membantu kulit memperbaiki dirinya sendiri, terutama untuk urusan hidrasi dan kualitas kulit secara keseluruhan.
Masalah Kulit yang Bisa Dibantu
Di praktik saya, Remee Injection biasanya saya rekomendasikan untuk pasien dengan keluhan berikut.
- Kulit kusam dan terlihat lelah, terutama pada mereka yang sering kurang tidur atau terpapar polusi setiap hari.
- Dehidrasi kulit yang membuat wajah terasa kering, kasar, atau mudah mengelupas meski sudah rutin memakai skincare.
- Elastisitas kulit yang mulai menurun, biasanya mulai terasa di usia akhir 20-an hingga 30-an.
- Tanda kelelahan kulit, seperti pori tampak lebih besar, tekstur tidak rata, atau kulit yang terasa “lelah” walau tidak ada masalah medis khusus.
Perlu diingat, Remee Injection bukan pengganti perawatan untuk kondisi kulit spesifik seperti jerawat aktif atau hiperpigmentasi berat. Perawatan ini lebih difokuskan pada perbaikan kualitas kulit secara menyeluruh.
Bagaimana Prosedurnya Berlangsung
Sesi Remee Injection biasanya berlangsung sekitar 30-45 menit, termasuk waktu konsultasi dan persiapan. Berikut gambaran tahapannya.
1. Konsultasi dan pembersihan wajah
Dokter akan menilai kondisi kulit Anda, riwayat kesehatan, dan memastikan tidak ada kontraindikasi. Wajah kemudian dibersihkan secara menyeluruh.
2. Aplikasi anestesi topikal
Krim anestesi dioleskan dan didiamkan sekitar 15-20 menit agar proses suntik terasa lebih nyaman.
3. Injeksi skin booster
Cairan Remee Injection disuntikkan ke lapisan dermis menggunakan jarum halus atau microcannula, tersebar merata di area wajah yang membutuhkan perbaikan kualitas kulit.
4. Perawatan akhir
Setelah injeksi selesai, area wajah dibersihkan kembali dan bisa ditambahkan produk menenangkan (soothing) untuk mengurangi kemerahan.
Efek Samping yang Perlu Diketahui
Sebagai dokter, saya selalu ingin pasien memahami efek samping secara jujur, bukan hanya sisi positifnya. Beberapa reaksi yang umum terjadi setelah Remee Injection meliputi.
- Bengkak ringan di area yang disuntik, biasanya mereda dalam 1-3 hari.
- Memar ringan (bruising) pada sebagian titik suntik, terutama bila pembuluh darah kecil terkena jarum. Umumnya hilang dalam 5-7 hari.
- Kemerahan di titik suntik yang biasanya mereda dalam beberapa jam hingga 1-2 hari.
- Rasa kencang atau sedikit tidak nyaman pada hari pertama, yang wajar terjadi dan akan membaik dengan sendirinya.
Reaksi alergi serius jarang terjadi, namun tetap penting menjalani perawatan ini di klinik dengan pengawasan dokter yang kompeten.
Proses Pemulihan dan Perawatan Setelahnya
Salah satu kelebihan Remee Injection adalah downtime yang relatif singkat. Sebagian besar pasien bisa langsung beraktivitas normal setelah sesi, hanya perlu memperhatikan beberapa hal berikut.
- Hindari makeup berat pada hari yang sama, tunggu minimal beberapa jam setelah perawatan.
- Gunakan sunscreen setiap hari, karena kulit sedikit lebih sensitif pasca injeksi.
- Hindari sauna, olahraga berat, atau paparan panas berlebih selama 1-2 hari pertama.
- Jaga kelembapan kulit dengan skincare yang menenangkan (soothing) dan hindari eksfoliasi keras selama beberapa hari.
Jarak Antar Perawatan
Untuk hasil yang optimal, Remee Injection biasanya dilakukan dalam rangkaian sesi awal, bukan sekali langsung selesai. Pola umum yang saya terapkan di klinik.
- Sesi awal: 2-4 kali perawatan dengan interval setiap 2-4 minggu, tergantung kondisi kulit masing-masing pasien.
- Fase maintenance: setelah rangkaian awal selesai, perawatan lanjutan biasanya dilakukan setiap 2-3 bulan sekali untuk menjaga hasil regenerasi kulit.
Interval ini bisa disesuaikan lagi tergantung respons kulit, usia, dan gaya hidup masing-masing pasien, sehingga konsultasi langsung dengan dokter tetap diperlukan.
Referensi Ilmiah
Remee Injection termasuk dalam kelompok besar sediaan berbasis polydeoxyribonucleotide (PDRN) dan polynucleotide (PN) yang telah banyak diteliti dalam literatur kedokteran untuk regenerasi dan perbaikan kualitas kulit. Menurut PubMed, salah satu tinjauan komprehensif terbaru mengenai topik ini adalah:
Marques C, Porcello A, Cerrano M, Hadjab F, Chemali M, Lourenço K, Hadjab B, Raffoul W, Applegate LA, Laurent AE. From Polydeoxyribonucleotides (PDRNs) to Polynucleotides (PNs): Bridging the Gap Between Scientific Definitions, Molecular Insights, and Clinical Applications of Multifunctional Biomolecules. Biomolecules. 2025;15(1):148. DOI: 10.3390/biom15010148
Tinjauan ini membahas bagaimana PDRN/PN bekerja pada level molekuler untuk mendukung regenerasi kulit, mengurangi inflamasi, dan memperbaiki tekstur kulit, yang menjadi dasar ilmiah dari kategori perawatan skin booster seperti Remee Injection.
Konsultasi dengan Dokter Skinex Clinic
Setiap kulit punya karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, sehingga penting untuk berkonsultasi langsung sebelum memutuskan menjalani Remee Injection. Tim dokter di Skinex Clinic akan membantu menilai apakah perawatan ini sesuai dengan kondisi kulit Anda, serta menyusun jadwal sesi yang realistis dan aman.
Jika Anda penasaran apakah Remee Injection cocok untuk kebutuhan kulit Anda, jangan ragu untuk menjadwalkan konsultasi bersama tim dokter Skinex Clinic. Kami akan membantu Anda memahami pilihan perawatan yang paling sesuai, tanpa janji berlebihan, hanya penjelasan yang jujur dan berbasis kondisi kulit Anda sendiri.












