Keloid Injection: Solusi Meratakan Bekas Luka Menonjol dan Keloid

Ditulis oleh dr. Maya, Skinex Clinic

Punya bekas luka yang tumbuh menebal, menonjol, bahkan terasa gatal atau nyeri tanpa henti? Kondisi ini dikenal sebagai keloid atau hypertrophic scar, dan cukup umum terjadi setelah luka operasi, jerawat meradang, tindik, luka bakar, atau cedera kulit lainnya. Salah satu perawatan medis yang paling sering digunakan dokter kulit untuk mengatasinya adalah keloid injection, yaitu suntikan kortikosteroid intralesional (biasanya triamcinolone acetonide) yang disuntikkan langsung ke dalam jaringan bekas luka.

Perawatan ini bukan tindakan estetika biasa, melainkan prosedur medis yang perlu evaluasi dan penanganan dokter berpengalaman. Yuk, kita bahas lebih dalam apa itu keloid injection, kapan dibutuhkan, dan apa yang bisa diharapkan dari prosesnya.

Masalah yang Diatasi: Keloid dan Bekas Luka Menonjol

Keloid terbentuk akibat respons penyembuhan luka yang berlebihan, di mana kolagen terus diproduksi melebihi kebutuhan sehingga jaringan parut tumbuh menonjol, keras, dan meluas melewati batas luka aslinya. Berbeda dengan hypertrophic scar yang biasanya tetap berada di area luka, keloid bisa terus membesar seiring waktu.

Keluhan yang sering menyertai kondisi ini antara lain:

  • Bekas luka yang menebal dan menonjol dari permukaan kulit
  • Rasa gatal yang mengganggu, terutama saat cuaca panas atau berkeringat
  • Nyeri atau sensasi tertarik di area bekas luka
  • Perubahan warna kulit di sekitar bekas luka
  • Gangguan rasa percaya diri karena tampilan bekas luka yang mencolok

Di sinilah keloid injection berperan, yaitu membantu meratakan, melunakkan, dan mengecilkan ukuran keloid secara bertahap, sekaligus meredakan gatal dan nyeri yang menyertainya.

Bagaimana Prosedurnya?

Sesi keloid injection umumnya berlangsung singkat, sekitar 10-20 menit tergantung ukuran dan jumlah bekas luka yang ditangani. Berikut gambaran umum prosesnya di Skinex Clinic:

1. Konsultasi dan Evaluasi

Dokter akan memeriksa jenis, ukuran, usia, dan kondisi bekas luka terlebih dahulu untuk memastikan keloid injection adalah pilihan yang tepat, serta menentukan dosis kortikosteroid yang sesuai.

2. Persiapan Area

Area bekas luka dibersihkan, dan bila diperlukan diberi anestesi topikal atau lokal ringan untuk mengurangi rasa tidak nyaman selama penyuntikan.

3. Penyuntikan Intralesional

Larutan kortikosteroid (biasanya triamcinolone acetonide) disuntikkan langsung ke dalam jaringan keloid menggunakan jarum halus, dengan dosis dan kedalaman yang disesuaikan dokter agar hasil optimal dan aman.

4. Observasi Singkat

Setelah suntikan selesai, area akan diobservasi sebentar sebelum pasien diperbolehkan pulang dan beraktivitas seperti biasa.

Efek Samping yang Perlu Diketahui

Sebagai prosedur medis, keloid injection memiliki efek samping yang wajar dan umumnya bersifat sementara, di antaranya:

  • Nyeri saat disuntik, yang biasanya mereda dalam beberapa saat setelah prosedur
  • Kemerahan atau bengkak ringan di area suntikan, umumnya membaik dalam 1-3 hari
  • Perubahan warna kulit (hipopigmentasi) di sekitar area suntikan pada sebagian orang
  • Penipisan kulit ringan (atrofi) jika dosis atau frekuensi suntikan tidak dikontrol dengan baik

Inilah mengapa penting sekali dosis dan interval suntikan ditentukan oleh dokter yang berpengalaman. Pemberian yang tepat dosis dan tidak berlebihan akan meminimalkan risiko efek samping jangka panjang seperti penipisan kulit.

Proses Pemulihan

Salah satu kelebihan keloid injection adalah downtime yang minimal. Sebagian besar pasien bisa langsung kembali beraktivitas normal setelah prosedur. Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan:

  • Hindari menggaruk atau menekan area bekas suntikan
  • Gunakan sunscreen bila area bekas luka terpapar sinar matahari
  • Jaga kebersihan area tersebut agar tidak iritasi
  • Laporkan ke dokter bila muncul reaksi tidak wajar seperti nyeri berlebihan atau perubahan warna kulit yang signifikan

Hasil perbaikan biasanya mulai terlihat bertahap, dengan keloid yang perlahan mengempis, melunak, dan warnanya menyatu lebih baik dengan kulit sekitar.

Jarak Antar Perawatan

Keloid injection bukan perawatan sekali jadi. Umumnya dibutuhkan beberapa sesi dengan interval sekitar 4-6 minggu antar suntikan, tergantung respons jaringan keloid dan evaluasi dokter di setiap kunjungan. Jarak waktu ini penting untuk memberi kesempatan kulit pulih dan mencegah efek samping akibat kortikosteroid yang diberikan terlalu sering.

Referensi Ilmiah

Menurut tinjauan ilmiah yang dipublikasikan di PubMed, injeksi kortikosteroid intralesional, khususnya triamcinolone acetonide (TAC), merupakan pendekatan yang paling umum digunakan dalam penanganan keloid, dengan tingkat regresi bekas luka yang bervariasi antara 50-100% pada penggunaan tunggal. Referensi: Morelli Coppola M, Salzillo R, Segreto F, Persichetti P. “Triamcinolone acetonide intralesional injection for the treatment of keloid scars: patient selection and perspectives.” Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology. 2018;11:387-396. DOI: 10.2147/CCID.S133672.

Konsultasikan dengan Dokter Skinex Clinic

Keloid dan bekas luka menonjol memang bisa mengganggu rasa percaya diri, tapi penanganannya perlu dilakukan dengan pertimbangan medis yang matang, bukan sekadar tren kecantikan. Setiap jenis bekas luka memiliki karakteristik berbeda, sehingga dosis, jumlah sesi, dan kombinasi terapi perlu disesuaikan oleh dokter yang memahami kondisi kulit Anda secara langsung.

Jika Anda memiliki keloid atau bekas luka yang mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih dulu dengan tim dokter Skinex Clinic. Evaluasi menyeluruh akan membantu menentukan apakah keloid injection adalah pilihan yang tepat untuk kondisi Anda, sekaligus merencanakan perawatan yang aman dan sesuai kebutuhan.

ARTIKEL TERKAIT